Showing posts with label jajanan boraks. Show all posts
Showing posts with label jajanan boraks. Show all posts

Monday, June 15, 2015

Bahan Berbahaya yang Biasa Digunakan dalam Jajanan



Ada demikian banyak bahan berbahaya yang bisa mengkontaminasi makanan.   Dalam prakteknya para pedagang jajanan umumnya menggunakan 4 bahan kimia berbahaya yaitu formalin, boraks, methanil yellow, dan rodhamin B (4 Bahan Kimia Berbahaya di Jajanan Sekolah ) sebagai bahan penambah/aditif. Lebih mengerikan lagi telah diungkapkan dan dilaporkan begitu banyak pedagang nakan yang menggunakan bahan dasar yang sudah rusak(tidak layak konsumsi lagi).   Formalin yang biasanya digunakan untuk mengawetkan mayat digunakan oleh para pedagang nakal untuk membuat bahan makanan terasa kenyal (umumnya digunakan di dalam bakso, mie attau tahu).
  Boraks yang biasanya digunkan sebagai bahan untuk membuat pupuk juga digunakan untuk membuat kenyal dan renyah.  Kemudian dari sisi pewarna penggunaan methanil yellow biasanya dilakukan untuk memberi kesan warna kuning yang mencolok (untuk menutupi warna bahan yang sudah rusak/pucat). Methanil yellow merupakan bahan pewarna cat dan tekstil.   Demikian pula untuk warna kemerahan biasanya digunkan Rodhamin B.   Itu semua baru dari sisi bahan.  Pada makanan yang digoreng, tidak hanya digunakan minyak goreng yang sudah rancid/tengik tetapi juga dicampurkan bahan berbahaya seperti plastik dan lilin.
Pada kasus jajanan sekolah, biasanya disertakan pula saus tomat, sambal atau lainnya dengan mutu bahan dan higinitas yang tidak kalah menakutkan.

Bahaya Mengkonsumsi Jajanan

Kesehatan  fisik manusia bergantung kepada beberapa hal:
  • apa yang dimakan
  • cukup tidak istirahat
  • gaya hidup (aktivitas,olahraga,pola fikir, tingkat stress dll).
Sengaja makanan penulis taruh di poin pertama karena makanan merupakan bahan masukan untuk kita bertahan hidup dan beraktivitas.   Celakanya kita umumnya jarang mengukur atau setidak-tidaknya berhati-hati atas apa yang masuk ke dalam tubuh kita dalam bentuk makanan.   Dari segi ukuran dan takaran sebagian orang mengalami obesitas lantaran kelebihan makanan dan sebagian yang lain kekurangan zat makanan tertentu.   Dari sisi ukuran jelaslah kita perlu gizi yang seimbang sesuai kebutuhan tubuh kita.   Lebih mendasar dari itu semua, kita perlu pula menyaring dan meneliti mutu makanan yang masuk ke dalam tubuh kita.  Bila tidak, maka zat-zat yang tidak diinginkan (racun/toksin atau bahan berbahaya lain) akan masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan masalah.   Asupan makanan yang terkontaminansi racun ataupun kuman bisa menimbulkan gangguan dari sekedar gangguan lambung hingga penyakit berbahaya seperti kanker.   Jadi waspada atas makanan yang kita makan adalah jalan terbaik.