Monday, June 15, 2015

Bubur Ayam



Sesuai namanya, makanan berbahan dasar beras ini kini juga telah terungkap menggunakan bahan-bahan berbahaya seperti formalin.     Untuk bahan pelengkap lainnya seperti ayam telah dibahas kemungkinan adanya penggunaan ayam tiren/ayam bangkai dan boraks.   Beberapa waktu lalu salah satu media mengungkap adanya oknum pedagang nakal yang menggunakan ayam sisa/limbah dari gerai ayam goreng cepat saji. Begitu pula perlu diwaspadai saus/kuah, kecap, kerupuk dan bahan lain yang digunakan.

Mie Ayam dan Mie Bakso



Ini adalah dua dari sederetan makanan terpopuler di Indonesia.   Mie ayam dan Mie Bakso hadir di setiap sudut, dari gang sempit hingga hadir di ruko modern dan food court mall.   Keduanya menggunakan Mie sebagai elemen utama.   Seperti juga makanan berbahaya lainnya Formalin dan boraks sering dicampurkan agar mie terasa kenyal dan tentunya lebih tahan lama.    Bicara soal Mie Ayam tentunya kita perlu mewaspadai mutu daging ayam yang digunakan.    Sudah banyak kasus penggunakan Ayam Tiren (Mati Kemaren) yang diolah lagi agar terlihat seolah-olah segar dengan bahan berbahaya seperti boraks/formalin.    Demikian pula tentunya Bakso yang gurih berbahan dasar daging sapi (Belakangan banyak ditemukan kasus penggunan Babi Hutan/Celeng yang dicampuri darah sapi agar terasa seperti daging sapi).   Lagi-lagi boraks dan formalin setia ditambahkan agar si bulat gurih ini kenyal dan tidak mudah basi.

Gorengan : Salah satu Jajanan Kaki lima Terpopuler di Indonesia



Siapa tak kenal gorengan ? Jajanan berbahan dasar Tahu, Tempe, Pisang, Ubi dan terigu ini selalu hadir dimana-mana.   Rasanya yang gurih, renyah memang mudah mengundang selera.  Tapi tahukah anda bahwa gorengan itu menjadi makanan tak sehat dan berbahaya lantaran ulah oknum pedagang nakal.  Dengan dalih menekan harga dan meningkatkan keuntungan  mereka menggunakan bahan-bahan tak sehat seperti tahu berformalin atau pisang yang tidak segar lagi.   Tidak hanya itu, agar gorengan tersebut terlihat menarik, tidak sedikit yang mencampurkan bahan berbahaya seperti plastik dan lilin ke dalam minyak goreng.

Bahan Berbahaya yang Biasa Digunakan dalam Jajanan



Ada demikian banyak bahan berbahaya yang bisa mengkontaminasi makanan.   Dalam prakteknya para pedagang jajanan umumnya menggunakan 4 bahan kimia berbahaya yaitu formalin, boraks, methanil yellow, dan rodhamin B (4 Bahan Kimia Berbahaya di Jajanan Sekolah ) sebagai bahan penambah/aditif. Lebih mengerikan lagi telah diungkapkan dan dilaporkan begitu banyak pedagang nakan yang menggunakan bahan dasar yang sudah rusak(tidak layak konsumsi lagi).   Formalin yang biasanya digunakan untuk mengawetkan mayat digunakan oleh para pedagang nakal untuk membuat bahan makanan terasa kenyal (umumnya digunakan di dalam bakso, mie attau tahu).
  Boraks yang biasanya digunkan sebagai bahan untuk membuat pupuk juga digunakan untuk membuat kenyal dan renyah.  Kemudian dari sisi pewarna penggunaan methanil yellow biasanya dilakukan untuk memberi kesan warna kuning yang mencolok (untuk menutupi warna bahan yang sudah rusak/pucat). Methanil yellow merupakan bahan pewarna cat dan tekstil.   Demikian pula untuk warna kemerahan biasanya digunkan Rodhamin B.   Itu semua baru dari sisi bahan.  Pada makanan yang digoreng, tidak hanya digunakan minyak goreng yang sudah rancid/tengik tetapi juga dicampurkan bahan berbahaya seperti plastik dan lilin.
Pada kasus jajanan sekolah, biasanya disertakan pula saus tomat, sambal atau lainnya dengan mutu bahan dan higinitas yang tidak kalah menakutkan.

Bahaya Mengkonsumsi Jajanan

Kesehatan  fisik manusia bergantung kepada beberapa hal:
  • apa yang dimakan
  • cukup tidak istirahat
  • gaya hidup (aktivitas,olahraga,pola fikir, tingkat stress dll).
Sengaja makanan penulis taruh di poin pertama karena makanan merupakan bahan masukan untuk kita bertahan hidup dan beraktivitas.   Celakanya kita umumnya jarang mengukur atau setidak-tidaknya berhati-hati atas apa yang masuk ke dalam tubuh kita dalam bentuk makanan.   Dari segi ukuran dan takaran sebagian orang mengalami obesitas lantaran kelebihan makanan dan sebagian yang lain kekurangan zat makanan tertentu.   Dari sisi ukuran jelaslah kita perlu gizi yang seimbang sesuai kebutuhan tubuh kita.   Lebih mendasar dari itu semua, kita perlu pula menyaring dan meneliti mutu makanan yang masuk ke dalam tubuh kita.  Bila tidak, maka zat-zat yang tidak diinginkan (racun/toksin atau bahan berbahaya lain) akan masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan masalah.   Asupan makanan yang terkontaminansi racun ataupun kuman bisa menimbulkan gangguan dari sekedar gangguan lambung hingga penyakit berbahaya seperti kanker.   Jadi waspada atas makanan yang kita makan adalah jalan terbaik.