Tuesday, June 23, 2015

Waspada Kolang kaling Berformalin

Siapa tak kenal kolang kaling atau buah atep ini.  Terutama saat ramadhan, dia selalu jadi primadona takjil next to timun suri.  Teksturnya yang kenyal memang sungguh menawan.  Apalagi bila diberi warna warni mencolok.
Tapi belakangan tersiar kabar adanya kolang kaling yang berformalin. Jadi waspadalah dibalik daya tariknya itu mengandung bahaya yang tidak bisa diremehkan.

Monday, June 15, 2015

Es Cincau dan Dawet



Di bawah teriknya mentari negara tropis, berbagai minuman segar seperti es buah, es campur, es dawet atau es cincau sungguh menggugah selera.   Padahal didalam gelas minuman itu bisa terkandung racun berbahaya.  Dimulai dari air gula, batu es yang tidak higienis(air mentah yang dibekukan), hingga bahan pelengkap seperti cincau dan dawet yang bisa mengandung boraks.

Somay, Batagor, Cilok dsb



Jajanan berbahan dasar terigu dan sagu ini juga diindikasikan menggunakan boraks untuk memberi efek kenyal dan mengawetkan.   Penggunaan ikan, udang atau daging lain yang tidak segar lagi juga perlu di waspadai.    Saus /sambal kacang, sambal saus dan kecap juga kemungkinan mengandung pengawet berbahaya.

Nasi Goreng



Terlepas dari isu beras plastik yang belum lama ini santer beredar.   Beberapa media membenarkan bahwa  ada pedagang beras yang menggunakan bahan berbahaya untuk memutihkan beras.    Selain nasi tentunya ada bahan lain seperti daging ayam atau kambing, bumbu dan kerupuk yang boleh jadi mengandung zat berbahaya.   Jangan lupa bahwa penggunaan minyak goreng yang tengik/rancid dan mengandung bahan berbahaya juga perlu diwaspadai.

Gado-gado, Ketoprak


Mungkin anda berfikir bahwa ini adalah jajanan yang paling aman dari perilaku nakal pedagang. Anda keliru.  Dari isu yang berkembang tersiar kabar bahwa lontong dan sayuran yang digunakan dalam gado-gado ada yang menggunakan zat berbahaya sebagai pengawet.   Jangan lupa di dalam gado-gado biasanya ada tahu dan kerupuk yang mungkin mengandung boraks/formalin.

Bubur Ayam



Sesuai namanya, makanan berbahan dasar beras ini kini juga telah terungkap menggunakan bahan-bahan berbahaya seperti formalin.     Untuk bahan pelengkap lainnya seperti ayam telah dibahas kemungkinan adanya penggunaan ayam tiren/ayam bangkai dan boraks.   Beberapa waktu lalu salah satu media mengungkap adanya oknum pedagang nakal yang menggunakan ayam sisa/limbah dari gerai ayam goreng cepat saji. Begitu pula perlu diwaspadai saus/kuah, kecap, kerupuk dan bahan lain yang digunakan.

Mie Ayam dan Mie Bakso



Ini adalah dua dari sederetan makanan terpopuler di Indonesia.   Mie ayam dan Mie Bakso hadir di setiap sudut, dari gang sempit hingga hadir di ruko modern dan food court mall.   Keduanya menggunakan Mie sebagai elemen utama.   Seperti juga makanan berbahaya lainnya Formalin dan boraks sering dicampurkan agar mie terasa kenyal dan tentunya lebih tahan lama.    Bicara soal Mie Ayam tentunya kita perlu mewaspadai mutu daging ayam yang digunakan.    Sudah banyak kasus penggunakan Ayam Tiren (Mati Kemaren) yang diolah lagi agar terlihat seolah-olah segar dengan bahan berbahaya seperti boraks/formalin.    Demikian pula tentunya Bakso yang gurih berbahan dasar daging sapi (Belakangan banyak ditemukan kasus penggunan Babi Hutan/Celeng yang dicampuri darah sapi agar terasa seperti daging sapi).   Lagi-lagi boraks dan formalin setia ditambahkan agar si bulat gurih ini kenyal dan tidak mudah basi.